Menunggu 50.000 Tahun, Menunggu Apa?

 

Kesenangan dan Penderitaan Singkat

 

2 Menit Kita Hidup Di Dunia. Hidup ini terasa singkat kalau kita mendapatkan kesenangan di dunia. Itu adalah kesenangan yang sangat singkat. Kalau kita menderita itu sebenarnya penderitaan yang sangat amat singkat. Sekali lagi hanya sehari atau setengah hari saja atau lebih singkat lagi. Sama sekali tidak sebanding dengan yang akan kita alami setelah kematian.
Mari kita buktikan betapa singkatnya umur manusia di dunia.

Definisi Waktu

 

Besaran waktu menjadi teka-teki yang susah dipahami hingga kini. Sedangkan hidup manusia di dunia terfungsikan oleh waktu. Itulah yang membatasi antara satu kehidupan dengan kehidupan yang lain.
Waktu menurut para ahli adalah besaran untuk mengukur jejak perubahan yang terjadi pada benda atau zat. Kita sendiri menjadi bukti dari definisi ini. Masih ingatkah kita ketika kecil bermain-main dengan ayah, ibu, ataupun teman teman sebaya kita, namun saat ini mungkin kita telah dewasa dan orang tua kita juga menjadi renta. Semua beban ini hanya bisa dijelaskan oleh perjalanan waktu.

Perbedaan Pendapat Antara Ilmuan Barat dengan Ilmuan Muslim 

 

Sebelum era Albert Einstein banyak para ilmuan barat beranggapan bahwa waktu itu absolut, waktu sama saja dimanapun dan apapun acuannya. Hal ini berbeda dengan apa yang di uraikan Al-Qimni, seorang ilmuan muslim yang hidup pada abad ke-9 M.
Dalam salah satu karyanya, Al-Qimni telah mengungkapkan dasar-dasar teori relativitas. waktu, ruang gerakan dan benda semuanya relative tidak absolut. Ia juga menyatakan bahwa waktu hanya insis dengan gerakan, benda dengan gerakan, gerakan dengan benda.
Jika ada gerakan sangat perlu benda, jika ada sebuah benda sangat perlu gerakan. Hal ini juga sampai pada kesimpulan bahwa sesuatu itu tidak dapat dinilai kecil atau besar secara absolut, tetapi hanya dapat dinilai lebih kecil atau lebih besar dalam hubungan kepada objek yang lain.
Kemudian pada abad-20 Albert Einstein mengeluarkan mosculat yang menyatakan bahwa waktu bersifat relative tergantung kepada acuannya.
Einstein mencontohkan jika seorang laki-laki mengobrol dengan yang sudah tua, ber-uban dan keriput mengobrol satu jam seperti satu abad, sedangkan jika mengobrol dengan yang masih muda, cantik dan anggun mengobrol 5 detik bisa terasa 5 jam, hal seperti itulah relativitas, begitulah ilustrasi yang diberikan Einstein.
Dan rentetan kejadian yang dijadikan acuan untuk menentukan waktu saat ini adalah perputaran bumi mengelilingi matahari, atau perputaran bulan mengelilingi bumi. Mulai dari detik, jam , hari, minggu, bulan dan tahun, mengacu pada pergerakan benda tersebut.

Dialog Allah Dengan Seorang Manusia

 

Dalam surat Al-Mu’minun ayat 112-114 Allah menceritakan dialognya dengan seoraang manusia dan manusia itu menjawab bahwa ia hanya hidup satu atau setengah hari atau mungkin kurang dari itu. Ayat ini menjelaskan tentang relativitas waktu. Manusia yang hidupnya di dunia ±70 tahun ketika ditanya Allah ia menjawab hidupnya hanya satu hari atau setengah hari, kemudian ditimpali oleh Allah bahwa hidupnya hanya sebentar saja, sangat sebentar. Hal ini depertegas oleh Allah SWT dalam surat An-Nazi’at ayat 46:
“Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari.” (QS. An Nazi’at:46)
ayat ini menjelaskan bahwa saat menjalani hari kebangkitan manusia baru menyadari akan durasi waktu hidup yang dirasakan ketika di dunia, ternyata sangatlah singkat bahkan lebih singkat lagi, hanya selama waktu sore atau pagi hari.
Jika waktu sore dimulai dari jam 3 dan diakhiri pada jam 6 berarti kita meresa hidup 3 jam, dan jika pagi hari dimulai jam 7 dan selesai jam 11, berarti kita merasa hidup selama 4 jam, tentu saja lebih sebentar dari ayat sebelumnya.

Kita Menunggu 50.000 Tahun, Menunggu Apa?


 

Ketika di hari akhirat kelak dimensi waktu Allah berlaku. Hidup di dunia seakan lebih singkat lagi.
Allah Ta’ala berfirman:
Dan (ingatlah) akan hari (yang diwaktu itu) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia) hanya sesaat di siang hari, (di waktu itu) mereka saling berkenalan. Sesungguhnya rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah dan mereka tidak mendapat petunjuk. (QS. Yunus : 10)
Ketika kita dikumpulkan Allah swt di padang mahsyar setelah di bangkitkan kelak, waktu begitu panjang, sangat panjang dan sangat sulit. Saat itulah manusia, kita akan merasakan betapa singkatnya hidup kita di dunia. Saat itu kita baru menyadari ternyata jika dibandingkan dengan durasi waktu didunia, rasanya hidup di dunia hanya sesaat, saat siang hari saja .
Sekarang mari kita coba untuk menghitung perbandinagan lama hidup kita dengan versi akhirat. Dalam beberapa hadis shahih disebutkan bahwa manusia menunggu di padang mahsyar selama 50.000 tahun dan Allah ta’ala berfirman ketika menceritakan malaikat yang naik menghadap Allah dalam sehari yang nilainya sama dengan 50.000 tahun, informasi ini ada dalam surat Al Ma’arij ayat 4. 50.000 tahun berarti 50 milenium berarti 500 abad dan manusia berada di padang mahsyar selama itu, hanya menunggu dan menunggu. Menunggu apa? Menunggu terminal berikutnya yaitu hari pengadilan Allah SWT, hari pertanggung jawaban semua amal perbuatan selama di dunia.

Menghitung Kita Hidup Di Dunia

Jika dihubungkan dengan singkatnya masa manusia di dunia, maka dengan rata-rata umur 60 atau 70 tahun dibandingkan dengan 50.000 tahun maka jika sehari senilai 50.000 tahun maka 60 atau 70 tahun hanyalah berkisar di angka 2menit. ya, itulah umur hidup kita di dunia. Tentu wajar, amat besar penyesalan bagi orang-orang yang menyia-nyaiakan dua menit tersebut. Dua menit yang disia-siakan. Apalah artinya bersenang-senang dua menit tapi kemudian di siksa berjam-jam, apalagi bertahun-tahun. Maka wajar juga jika mereka meminta di hidupkan kembali ke dunia, pantas saja untuk menebus waktu dua menit tersebut. Namun penyesalan tinggal penyesalan, semua telah selesai. Hari itu tiada lagi amal yang ada hanyalah pembalasan. Semoga kita bukan termasuk orang-orang yang kelak akan menyesal tersebut.
Hai orang-rang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). (QS. Al-Hasyr : 18)

Selanjutnya - Orang Yang Terlaknat Oleh Allah dan Rasul

Postingan terkait: